Entri Populer

Rabu, 24 April 2013

Doa


Yaaa Allah, engkau menuntut aku untuk mengikuti manusiamulia dan engkau muliakan Rasulullah Muhammad SAW tapi
bagaimana mungkin aku bisa mengikutinya bila engkau tidak memberikan kekuatan seperti beliau.?

Yaaa Allah, Engkau beri "kesempurnaan" kepadaku dengan pengetahuan yg sangat terbatas seperti setetes air dari lautan yg luas
lalu bagaimana mungkin aku bisa menggapaiMu.? bukankah engkau sang Maha tak terbatas..!

Yaaa Allah, bukankah Engkau ciptakan perbedaan itu sebagai rahmat. lalu mengapaharus terpecah menjadi
73 golongan dan hanya satu yang selamat.? Apakah Engkau menyuruh aku menjadi penjudi dgn peluang 1/73.?
yang benar saja...!!! judi kupon putih tidak setipis itu peluangnya...!

Apakah aku harus menambahkan asmaul husnah dengan Maha aneh, Maha membingungkan atau Maha sombong,?
Apakah aku harus mengikuti Ayahanda Kami Ibrahim AS yg menyembah bulan dan matahari sebelum engkau memberinya petunjuk..?


Di akhir tulisan Engkau beri aku senyuman, mulut terkatup rapat dan Hati berucap
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallAllahu Akbar...


Kantor Berita Antara mamuju - Malam jumat, 4 Oktober 2012

Senin, 17 Januari 2011

Sesembahan

Seandaaiya yang aku sembah adalah Ka'bah
maka ia akan hancur lebur.
Seandainya yang aku sembah seorang manusia suci
maka ia akan luruh.
seandainya yang aku sembah adalah malikat
maka ia akan menyingkir dari hadapanku
seandainya yang aku sembah seorang rasul
maka ia pun akan mempersilahkan aku berjalan kebelakangnya
seandaiya yang aku sembah diriku sendiri maka aku akan menyatu dengannya.

Yang aku sembah hanyalah Allah
dan Dia akan menjaganya tetap begitu seperti janjiNya....

jumat 14 januari 2011
Mcoffe, Pettarani

Jumat, 17 Desember 2010

Untuk kekasih

Bagaimana mungkin aku menyakitimu bila menyakitimu sama saja aku menyakiti diri sendiri
bukankah kita telah menjadi satu...!
hati, jiwa, rasa bahkan rahasia kita telah menyatu
dan itu sudah berlangsung lama, sebelum tubuh kita di persatukan...
bagaimana mungkin aku menyakitimu bila resahmu adalah resahku,
sakitmu adalah sakitku dan gelisahmu adalah gelisahku.
Kalaupun suatu saat engkau menyangka aku menyakitimu
maka Yakinlah itu bukan diriku
dengan begitu engkau tidak akan tersakiti..
Bagaimana mungkin aku menyakitimu sedangkan kita adalah satu...


Jln. RSI Faisal
Ismail Ashat

Jumat, 03 Desember 2010

2/3 Malam, Calon Presiden dan Iwan Fals

Mamuju 10 July 2009

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

2/3 malam...kembali membawaku menerawang,
melahirkan beribu pertanyaan dan sedikit jawaban.
Mungkinkah seorang pemimpin yang baik
lahir dari masyarakat yang corrupt...?

sebuah peristiwa besar baru saja dilalaui bangsaku,
peristiwa yang akan membawa pengaruh besar 
untuk lima tahun dan juga di masa yang akan datang...
ada yang gembira, pun ada segelintir yang kecewa.
entah kenapa saya termasuk segelintir orang itu padahal
saya bukanlah termasuk simpatisan salah satu kontestan
apalagi untuk dikatakan fanatik terhadap mereka, saya tidak rela..!
Toh mereka tidak akan membawa penguruh yang besar untuk bangsa ini 
di tengah krisis multi dimensi yang kita alami dan yang paling parah adalah 
krisis MORAL...sungguh, mereka tidak akan mampu..!
Lalu kenapa rasa kecewa itu tetap ada..?
mungkin karena keyakinanku, ya betul karena keyakinanku...!
Demi Allah,..saya ini orang Islam,
Agama yang punya aturan, mulai dari hal-hal kecil sampai kepada hal-hal besar.
mulai aturan masuk WC (kamar mandi) sampai aturan tentang memilih seorang pemimpin.
Untuk memilih presiden tanggal 8 april 2009, saya menempuh cara yang sedikit ekstrim.
saya katakan ekstrim karena di masa edan ini, cara ini menjadi aneh, unik dan sedikit
saja orang yang mau melaluinya.
Shalat Istikhorah...dan alhamdululillah saya diberi ketetapan hati untuk memilih
salah satu di antara mereka yang punya sikap polos, jujur dan sederhana bahkan sangat sederhana
tapi sesungguhnya kalau kita amati serta kaji dengan cemat, 
itulah kelebihan yang kurang dimiliki oleh calon lain.
Tapi sayang, tidak banyak yang sependapat dengan saya, sungguh disanyangkan...!
Untuk memenuhi kewajiban saya sebagai sesama muslim yaitu saling ingat-mengingatkan,
saya ingin mengatakan kepada Ayahanda Jusuf Kalla 
ambillah Himah dari kekalahan ini dan perbanyaklah shalat taubat. karena bagaimanapun,
sedikit banyak, kekalahan ini dipengaruhi oleh kelalaian anda. Satu yang saya tahu,
anda lalai menangkap pesan yang tersirat dari peristiwa wafatnya Rasulullah Muhammad SAW.
Umur Rasulullah 63 tahun. Sebagai ummmatnya, Itulah "BATASAN" kita.

Kembali saya tertunduk larut dalam renungan, ada keresahan yang menggebu. 
Siapa yang tidak sedang resah di Negeri ini..? 
Contoh orang yang paling resah adalah Iwan Fals...
seandainya banyak Orang seperti dia yang mampu 
mengubah energi dari keresahannya menjadi sebuah Maha Karya 
yang kemudian mampu menginspirasi banyak orang..!
saya iri kepada iwan fals.

By : Ismail Ashat