Bagaimana mungkin aku menyakitimu bila menyakitimu sama saja aku menyakiti diri sendiri
bukankah kita telah menjadi satu...!
hati, jiwa, rasa bahkan rahasia kita telah menyatu
dan itu sudah berlangsung lama, sebelum tubuh kita di persatukan...
bagaimana mungkin aku menyakitimu bila resahmu adalah resahku,
sakitmu adalah sakitku dan gelisahmu adalah gelisahku.
Kalaupun suatu saat engkau menyangka aku menyakitimu
maka Yakinlah itu bukan diriku
dengan begitu engkau tidak akan tersakiti..
Bagaimana mungkin aku menyakitimu sedangkan kita adalah satu...
Jln. RSI Faisal
Ismail Ashat
Entri Populer
-
Mamuju 10 July 2009 Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 2/3 malam...kembali membawaku menerawang, melahirkan beribu pertanyaan ...
-
Yaaa Allah, engkau menuntut aku untuk mengikuti manusiamulia dan engkau muliakan Rasulullah Muhammad SAW tapi bagaimana mungkin aku bisa...
-
Bagaimana mungkin aku menyakitimu bila menyakitimu sama saja aku menyakiti diri sendiri bukankah kita telah menjadi satu...! hati, jiwa, r...
-
Seandaaiya yang aku sembah adalah Ka'bah maka ia akan hancur lebur. Seandainya yang aku sembah seorang manusia suci maka ia akan luru...
Jumat, 17 Desember 2010
Jumat, 03 Desember 2010
2/3 Malam, Calon Presiden dan Iwan Fals
Mamuju 10 July 2009
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
2/3 malam...kembali membawaku menerawang,
melahirkan beribu pertanyaan dan sedikit jawaban.
Mungkinkah seorang pemimpin yang baik
lahir dari masyarakat yang corrupt...?
sebuah peristiwa besar baru saja dilalaui bangsaku,
peristiwa yang akan membawa pengaruh besar
untuk lima tahun dan juga di masa yang akan datang...
ada yang gembira, pun ada segelintir yang kecewa.
entah kenapa saya termasuk segelintir orang itu padahal
saya bukanlah termasuk simpatisan salah satu kontestan
apalagi untuk dikatakan fanatik terhadap mereka, saya tidak rela..!
Toh mereka tidak akan membawa penguruh yang besar untuk bangsa ini
di tengah krisis multi dimensi yang kita alami dan yang paling parah adalah
krisis MORAL...sungguh, mereka tidak akan mampu..!
Lalu kenapa rasa kecewa itu tetap ada..?
mungkin karena keyakinanku, ya betul karena keyakinanku...!
Demi Allah,..saya ini orang Islam,
Agama yang punya aturan, mulai dari hal-hal kecil sampai kepada hal-hal besar.
mulai aturan masuk WC (kamar mandi) sampai aturan tentang memilih seorang pemimpin.
Untuk memilih presiden tanggal 8 april 2009, saya menempuh cara yang sedikit ekstrim.
saya katakan ekstrim karena di masa edan ini, cara ini menjadi aneh, unik dan sedikit
saja orang yang mau melaluinya.
Shalat Istikhorah...dan alhamdululillah saya diberi ketetapan hati untuk memilih
salah satu di antara mereka yang punya sikap polos, jujur dan sederhana bahkan sangat sederhana
tapi sesungguhnya kalau kita amati serta kaji dengan cemat,
itulah kelebihan yang kurang dimiliki oleh calon lain.
Tapi sayang, tidak banyak yang sependapat dengan saya, sungguh disanyangkan...!
Untuk memenuhi kewajiban saya sebagai sesama muslim yaitu saling ingat-mengingatkan,
saya ingin mengatakan kepada Ayahanda Jusuf Kalla
ambillah Himah dari kekalahan ini dan perbanyaklah shalat taubat. karena bagaimanapun,
sedikit banyak, kekalahan ini dipengaruhi oleh kelalaian anda. Satu yang saya tahu,
anda lalai menangkap pesan yang tersirat dari peristiwa wafatnya Rasulullah Muhammad SAW.
Umur Rasulullah 63 tahun. Sebagai ummmatnya, Itulah "BATASAN" kita.
Kembali saya tertunduk larut dalam renungan, ada keresahan yang menggebu.
Siapa yang tidak sedang resah di Negeri ini..?
Contoh orang yang paling resah adalah Iwan Fals...
seandainya banyak Orang seperti dia yang mampu
mengubah energi dari keresahannya menjadi sebuah Maha Karya
yang kemudian mampu menginspirasi banyak orang..!
saya iri kepada iwan fals.
By : Ismail Ashat
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
2/3 malam...kembali membawaku menerawang,
melahirkan beribu pertanyaan dan sedikit jawaban.
Mungkinkah seorang pemimpin yang baik
lahir dari masyarakat yang corrupt...?
sebuah peristiwa besar baru saja dilalaui bangsaku,
peristiwa yang akan membawa pengaruh besar
untuk lima tahun dan juga di masa yang akan datang...
ada yang gembira, pun ada segelintir yang kecewa.
entah kenapa saya termasuk segelintir orang itu padahal
saya bukanlah termasuk simpatisan salah satu kontestan
apalagi untuk dikatakan fanatik terhadap mereka, saya tidak rela..!
Toh mereka tidak akan membawa penguruh yang besar untuk bangsa ini
di tengah krisis multi dimensi yang kita alami dan yang paling parah adalah
krisis MORAL...sungguh, mereka tidak akan mampu..!
Lalu kenapa rasa kecewa itu tetap ada..?
mungkin karena keyakinanku, ya betul karena keyakinanku...!
Demi Allah,..saya ini orang Islam,
Agama yang punya aturan, mulai dari hal-hal kecil sampai kepada hal-hal besar.
mulai aturan masuk WC (kamar mandi) sampai aturan tentang memilih seorang pemimpin.
Untuk memilih presiden tanggal 8 april 2009, saya menempuh cara yang sedikit ekstrim.
saya katakan ekstrim karena di masa edan ini, cara ini menjadi aneh, unik dan sedikit
saja orang yang mau melaluinya.
Shalat Istikhorah...dan alhamdululillah saya diberi ketetapan hati untuk memilih
salah satu di antara mereka yang punya sikap polos, jujur dan sederhana bahkan sangat sederhana
tapi sesungguhnya kalau kita amati serta kaji dengan cemat,
itulah kelebihan yang kurang dimiliki oleh calon lain.
Tapi sayang, tidak banyak yang sependapat dengan saya, sungguh disanyangkan...!
Untuk memenuhi kewajiban saya sebagai sesama muslim yaitu saling ingat-mengingatkan,
saya ingin mengatakan kepada Ayahanda Jusuf Kalla
ambillah Himah dari kekalahan ini dan perbanyaklah shalat taubat. karena bagaimanapun,
sedikit banyak, kekalahan ini dipengaruhi oleh kelalaian anda. Satu yang saya tahu,
anda lalai menangkap pesan yang tersirat dari peristiwa wafatnya Rasulullah Muhammad SAW.
Umur Rasulullah 63 tahun. Sebagai ummmatnya, Itulah "BATASAN" kita.
Kembali saya tertunduk larut dalam renungan, ada keresahan yang menggebu.
Siapa yang tidak sedang resah di Negeri ini..?
Contoh orang yang paling resah adalah Iwan Fals...
seandainya banyak Orang seperti dia yang mampu
mengubah energi dari keresahannya menjadi sebuah Maha Karya
yang kemudian mampu menginspirasi banyak orang..!
saya iri kepada iwan fals.
By : Ismail Ashat
Langganan:
Postingan (Atom)